Bagi generasi 90-an dan awal 2000-an di Indonesia, liburan Natal dan Lebaran terasa kurang lengkap tanpa adanya acara maraton film Home Alone di stasiun televisi swasta. Meskipun saat ini kita bisa menonton versi original bahasa Inggris dengan berbagai pilihan subtitle, ada satu versi yang secara emosional tidak tergantikan: Home Alone 1 dubbing Bahasa Indonesia.
"Waduh, Harry! Tanganku kena paku!" Marv’s voice actor wailed in a thick, comedic accent."Diam kamu, Marv! Masuk lewat jendela sana!" Harry’s voice replied, sounding like a disgruntled uncle from Bekasi.
Berdasarkan data dari The Dubbing Database, berikut adalah pengisi suara versi RCTI/GTV yang paling dikenal: Kevin McCallister: Disulihsuarakan oleh Leni M. Tarra . Harry Lyme (Perampok): Disulihsuarakan oleh Rujani Pahlusi . Marv Murchins (Perampok): Disulihsuarakan oleh Salman Pranata . Kate McCallister (Ibu Kevin): Disulihsuarakan oleh Siska Tola . Peter McCallister (Ayah Kevin): Disulihsuarakan oleh Fitra Hartono . Marley (Kakek Tetangga): Disulihsuarakan oleh Jumali Jindra . Buzz McCallister (Kakak Kevin): Disulihsuarakan oleh Rahmad Ilmanto .
Adaptasi Humor Lokal: Para pendubbing seringkali menyesuaikan intonasi dan pilihan kata agar leluconnya "nyambung" dengan telinga orang Indonesia. Ancaman Harry dan Marv terdengar konyol sekaligus mengancam dalam bahasa kita.
Saat ini, tren dubbing untuk film live-action hampir mati di Indonesia. Stasiun TV lebih memilih subtitle karena lebih murah dan cepat. Dubbing hanya tersisa untuk film animasi anak-anak (seperti Frozen, Toy Story, atau Shrek). Namun, para sineas dan pengamat media mulai bersuara agar film-film klasik seperti Home Alone direstorasi secara digital dengan trek dubbing asli.
"My free resume review was truly eye-opening. I found out why I wasn't getting interviews and exactly what to add to get past resume screeners. I've already had way more callbacks since I used it. I recommend it to all my friends who are job searching."
"Probably the best thing I've done this year. Showed me what my strengths were and the jobs and industries I should be focusing on. The most impactful part though was how it identified this spiral I'd been doing subconsciously - yikes, freakishly accurate."
Bagi generasi 90-an dan awal 2000-an di Indonesia, liburan Natal dan Lebaran terasa kurang lengkap tanpa adanya acara maraton film Home Alone di stasiun televisi swasta. Meskipun saat ini kita bisa menonton versi original bahasa Inggris dengan berbagai pilihan subtitle, ada satu versi yang secara emosional tidak tergantikan: Home Alone 1 dubbing Bahasa Indonesia.
"Waduh, Harry! Tanganku kena paku!" Marv’s voice actor wailed in a thick, comedic accent."Diam kamu, Marv! Masuk lewat jendela sana!" Harry’s voice replied, sounding like a disgruntled uncle from Bekasi.
Berdasarkan data dari The Dubbing Database, berikut adalah pengisi suara versi RCTI/GTV yang paling dikenal: Kevin McCallister: Disulihsuarakan oleh Leni M. Tarra . Harry Lyme (Perampok): Disulihsuarakan oleh Rujani Pahlusi . Marv Murchins (Perampok): Disulihsuarakan oleh Salman Pranata . Kate McCallister (Ibu Kevin): Disulihsuarakan oleh Siska Tola . Peter McCallister (Ayah Kevin): Disulihsuarakan oleh Fitra Hartono . Marley (Kakek Tetangga): Disulihsuarakan oleh Jumali Jindra . Buzz McCallister (Kakak Kevin): Disulihsuarakan oleh Rahmad Ilmanto .
Adaptasi Humor Lokal: Para pendubbing seringkali menyesuaikan intonasi dan pilihan kata agar leluconnya "nyambung" dengan telinga orang Indonesia. Ancaman Harry dan Marv terdengar konyol sekaligus mengancam dalam bahasa kita.
Saat ini, tren dubbing untuk film live-action hampir mati di Indonesia. Stasiun TV lebih memilih subtitle karena lebih murah dan cepat. Dubbing hanya tersisa untuk film animasi anak-anak (seperti Frozen, Toy Story, atau Shrek). Namun, para sineas dan pengamat media mulai bersuara agar film-film klasik seperti Home Alone direstorasi secara digital dengan trek dubbing asli.