Bacaan Talqin Mayit Arab (Simple)
Talqin Mayit is a set of reminders and prayers recited for a deceased person immediately after burial. Its purpose is to guide the soul in responding to the questions of the angels Munkar and Nakir in the grave.
The friction lies in a famous Hadith narrated by Abu Hurairah: "Pray for your deceased brother for steadfastness (for he is being questioned)." The Prophet (PBUH) instructed prayer for the dead, not recitation to the dead.
Teks Arab:لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ. ثَبَّتَكَ اللهُ بِالقَوْلِ الثَّابِتِ فِى الحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِى الآخِرَةِ. bacaan talqin mayit arab
Arabic: يَا عَبْدَ اللّٰهِ ابْنَ أَمَةِ اللّٰهِ، اذْكُرْ مَا خَرَجْتَ عَلَيْهِ مِنَ الدُّنْيَا، وَهُوَ شَهَادَةُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، وَأَنَّ الْجَنَّةَ حَقٌّ، وَالنَّارَ حَقٌّ، وَالسَّاعَةَ حَقٌّ، وَأَنَّ اللّٰهَ يَبْعَثُ مَنْ فِي الْقُبُوْرِ
Transliteration:
Wa annaka raḍīta billāhi rabban, wabil-islāmi dīnan, wa bi-Muḥammadin ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama nabiyyan, wabil-Qurāni imāman, wabil-Ka‘bati qiblatan, wabil-muminīna ikhwānan. Talqin Mayit is a set of reminders and
Yaa Fulaanu bin Fulaan (menyebut nama mayit dan nama ayahnya) – atau untuk perempuan: Yaa Fulaanatu bintu Fulaan – udzkuril ‘ahdalladzii kharojta ‘alaihi minad dun-yaa, syahaadata an laa ilaaha illallaah, wa anna muhammadar rasuulullaah. Wa ann al-jannata haqq, wan-naara haqq, wa annallaaha yab’atsu man fil qubuur.
Makruh: Sebagian ulama mazhab Maliki memakruhkannya karena dianggap bukan merupakan amalan yang masyhur pada masa Nabi Muhammad SAW dan para sahabat. Bacaan Talqin Mayit (Arab, Latin, dan Artinya) Berikut adalah susunan teks talqin yang umum digunakan: 1. Pembukaan (Kalimat Tauhid) Waktu: Setelah jenazah selesai dimandikan
4. Panduan singkat pelaksanaan
- Waktu: Setelah jenazah selesai dimandikan, dikafani, dan sebelum dimasukkan ke liang. Di beberapa tempat talqin juga dibacakan saat jenazah dihadapkan untuk dishalatkan.
- Siapa yang membaca: Biasanya imam, keluarga yang paham bacaan, atau orang shalih; yang penting niat untuk mengingatkan mayit dan mendoakannya.
- Cara: Bacakan dengan suara yang cukup didengar oleh jenazah (tidak perlu keras). Ulangi kalimat inti syahadat dan pengakuan beberapa kali dengan perlahan agar dapat "mendengar".
- Variasi: Terdapat variasi teks singkat dan panjang. Ikuti kebiasaan setempat dan ajaran madzhab di lingkungan Anda.
- Doa tambahan: Sertakan doa pengampunan, kurban doa untuk keluarga yang ditinggalkan, dan zikir sesuai kebiasaan.
رَبِّيَ اللهُ، وَنَبِيِّيْ مُحَمَّدٌ، وَدِيْنِيَ الْإِسْلَامُ، وَقِبْلَتِيَ الْكَعْبَةُ، وَالْقُرْآنُ كَلَامُ اللهِ، عِيْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ.

